Dear Edan Sepur Comunity
Salam Sukses.
Alhamdulillah acara GO GREEN ON THE TRACK dengan tema “Hijau Alamku Aman Kereta Apiku” telah berlangsung sangat sukses. Penanaman 10.000 sepanjang Area Daop 2 dari Cibungur hingga Banjar serta Padalarang hingga Cianjur yang akan dilakukan secara bertahap hingga Bulan Februari 2011.
Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah :
1. Meningkatkan kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan.
2. Menumbuh kembangkan rasa ketertiban dan keterkaitan terhadap lingkungan pada generasi muda.
3. Tercapainya keselarasan hubungan antara manusia dan lingkungan hidup sebagai bagian dari tujuan membangun manusia Indonesia seutuhnya.
4. Terkendalinya Sumber Daya Alam secara bijaksana.
5. Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang.
6. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai pembina lingkungan hidup.
7. Terlindungnya negara terhadap dampak kegiatan diluar wilayah Negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Bentuk Acara
1. Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI)
Kegiatan ini adalah perkemahan yang diikuti oleh Dirjen Perkeretaapian, Pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung, Komunitas Pecinta Kereta Api, dan Pramuka Saka Wana Bhakti.
2. Acara Ulang Tahun Kereta Api
Kegiatan ini berupa kumpul bersama atau sarasehan antar peserta, pemerhati, dan pegawai Kereta Api, puncak acara Ulang tahun Kereta Api dirayakan dengan Api Unggun, tiup lilin yang disertai dengan pesta kembang api Oleh Deputy Vice President PTKAI Daop 2 Bandung, Manager Public Relation PTKAI Daop 2 Bandung dan Sekretaris Dirjen Perkeretaapian.
3. Penanaman Pohon
Kegiatan berupa aksi hijau penanaman 1.000 pohon tepat guna yang seremonialnya dipusatkan di jalur kereta api Ciganea – Sukatani dan diikuti secara serentak di seluruh wilayah PTKA Daerah Operasional 2 Bandung dan disiarkan secara langsung dengan menggunakan Radio Komunikasi Kereta Api (PK).
Terima kasih kepada PT. Kereta Api Indonesia Daop 2 Bandung, Perum Perhutani Unit III Jabar Banten, Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian Provinsi Jawa Barat, Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian Kab. Purwakarta, Perum Perhutani KPH Purwakarta, Gerakan Pramuka Saka Wanabhakti, Pemerintah Daerah Purwakarta, Siswa-siswi SLTP-SMA Se-Kabupaten Purwakarta, Karang Taruna Desa Mekargalih, Warga Masyarakat Ciganea - Sukatani dan sekitarnya, Rekan-rekan TNI-Polri, Rekan-rekan Polsuska Wilayah Daop 2, Rekan-rekan Pegawai PTKA Daop 2 Bandung, rekan-rekan Railfans : KOMUTER, KRL-Mania, GM-Marka, Jabotabek Railfans, Member semboyan35, dan Komunitas Railfans lainnya.
Terima kasih untuk pihak sponsor : Dirjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan, Bank BNI 46, Bank Rakyat Indonesia dan Asuransi Allianz.
EDAN SEPUR GO GREEN ON THE TRACK,
Persembahan Kami untuk 65 Tahun Kereta Api Indonesia.
EDAN SEPUR GO GREEN ON THE TRACK,
Bukti nyata kecintaan dan kepedulian Kami terhadap Kereta Api Indonesia.
Maju Terus Perkeretaapian Indonesia
Bravo Railfans !
Bravo Kereta Api Indonesia !
NB : bagi rekan-rekan RF yang kemarin sempat mengabadikan momen2 selama acara berlangsung, dipersilahkan Upload Foto di Dinding Group Komunitas Edan Sepur Indonesia.
http://www.facebook.com/group.php?gid=160346648989
Jumat, 01 Oktober 2010
Lokomotif Tabrak Kerata Api BBM 04 Juli 2008
Tabrakan dua kereta api (KA) jalur 2 Stasiun Sengon Purwosari Pasuruan, Jumat (04/07), diduga karena rem blong.
AKP HERI PUDJIONO Kapolsek Purwosari yang ditemui ANTARA di lokasi kejadian mengatakan, tabrakan antar kereta api ini terjadi sekitar pukul 13.41 WIB.
Seorang masinis yang mengalami luka serius dilarikan ke RS Saiful Anwar Kota Malang. Para petugas di Stasiun Sengon Purwosari Pasuruan tidak bersedia memberikan keterangan. "Kepala Stasiun Sengon masih stres," katanya.
Kapolsek menegaskan, tabrakan antar kereta merupakan kelalaian. Untuk itu, kata Kapolsek, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan.
Kapolsek menjelaskan, tabrakan terjadi akibat lokomotif BB 30121 tanpa gerbong yang turun dari arah Malang remnya tak berfungsi, sehingga lokomotif yang dijalankan masinis HARIYANTO, warga Bangil, tidak dapat berhenti di jalur 2 Stasiun Sengon.
Saat bersamaan datang rangkaian kereta api BBM yang ditarik lokomotif CC 20327 dari arah Bangil yang dijalankan masinis KATNADI warga Malang, masuk juga di jalur 2. Akibatnya, tabrakan tidak bisa terhindarkan.
Atas dasar fakta lapangan tersebut, kata Kapolsek, tabrakan kereta api di Stasiun Sengon adalah akibat kelalaian petugas. Akibat tabrakan adu depan itu kedua lokomotif mengalami kerusakan cukup serius. Kedua muka lokomotif ringsek dan anjlok, termasuk rangkaian gerbong BBM.
Karena posisi tabrakan tepat diatas persilangan jalur, mengakibatkan seluruh perjalanan kereta api Surabaya-Malang lewat Bangil, atau sebaliknya menjadi tertunda.(ant/ipg)
Kereta Bima Serempet Gaya Baru di Solo
VIVAnews - Kecelakaan Kereta Api terjadi di Purwosari, Solo, Jawa Tengah, hari Sabtu, 2 Oktober 2010. Dalam kecelakaan ini tak ada korban sama sekali.
Menurut Humas Daop VI Yogyakarta Eko Budianto saat dihubungi VIVAnews, Kereta Api Bima Jakarta-Surabaya menyerempet Kereta Api Gaya Baru Malang. Peristiwa ini terjadi pada pukul 02.30 Wib.
"Bukan tabrakan ya mas, tapi terserempet. Gerbong terakhir Gaya Baru yang sedang berhenti di stasiun Purwosari diserempet Bima Jakarta-Surabaya," kata Eko Budianto.
Menurut Eko, KA Gaya Baru sedang berhenti di stasiun Purwosari. Namun posisinya tidak dalam titik yang aman.
"Gaya Baru harusnya maju sedikit. Serempetan ini terjadi dalam kecepatan rendah. Tidak ada korban. Kereta setelah dicek sebentar bisa melanjutkan perjalanan," kata Eko.
Pada kesempatan yang berbeda, juga di Jawa Tengah, terjadi tabrakan kerta api. Kereta Api Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya menabrak KA Senja Utama Jakarta-Semarang yang sedang berhenti dari belakang sekitar pukul 03.05 Wib. Dalam kecelakaan ini 12
Menurut Humas Daop VI Yogyakarta Eko Budianto saat dihubungi VIVAnews, Kereta Api Bima Jakarta-Surabaya menyerempet Kereta Api Gaya Baru Malang. Peristiwa ini terjadi pada pukul 02.30 Wib.
"Bukan tabrakan ya mas, tapi terserempet. Gerbong terakhir Gaya Baru yang sedang berhenti di stasiun Purwosari diserempet Bima Jakarta-Surabaya," kata Eko Budianto.
Menurut Eko, KA Gaya Baru sedang berhenti di stasiun Purwosari. Namun posisinya tidak dalam titik yang aman.
"Gaya Baru harusnya maju sedikit. Serempetan ini terjadi dalam kecepatan rendah. Tidak ada korban. Kereta setelah dicek sebentar bisa melanjutkan perjalanan," kata Eko.
Pada kesempatan yang berbeda, juga di Jawa Tengah, terjadi tabrakan kerta api. Kereta Api Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya menabrak KA Senja Utama Jakarta-Semarang yang sedang berhenti dari belakang sekitar pukul 03.05 Wib. Dalam kecelakaan ini 12
Kronologi Kecelakaan Maut di Pemalang
Kecelakaan maut ini, menurut Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan kepada VIVAnews, Sabtu 2 Oktober 2010, termasuk kejadian langka.
"Kecelakaan karena sundulan ini peristiwa yang jarang terjadi. Makanya kita akan lihat secara detil penyebab di lapangan," kata Tundjung yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi.
Bagaimana peristiwa maut ini bisa terjadi. Kepala Humas Daops IV Semarang, Sapto Hartoyo, menceritaan kronologi singkat terjadinya kecelakaan yang melibatkan KA Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya KA Senja Utama Jakarta-Semarang.
Menurut dia, menjelang pukul 03.05, Sabtu, 2 Oktober 2010, KA Senja Utama, berhenti di Petarukan. Kereta sedianya menunggu KA Argo Anggrek yang datang dari arah sama melintas.
"Jadi kereta Senja Utama rencananya disusul Argo Bromo Anggrek di Petarukan," ujarnya.
Itu memang umum terjadi bahwa Argo Bromo Anggrek yang merupakan kereta eksekutif mendapat mendapat prioritas jalan dibandingkan Senja Utama yang merupakan kelas bisnis.
Saat hendak mendahului Senja Utama di Petarukan, Argo Bromo Anggrek seharusnya berada di lintasan rel yang berbeda. Tapi, saat itu Argo Bromo Anggrek yang melaju dalam kecepatan tinggi berada di jalur yang sama sehingga tabrakan tak terelakkan.
Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang Senja Utama sekitar pukul 03.05. "Tapi belum diketahui pasti kenapa dua kereta itu bisa berada di jalur yang sama," ujar Sapto. (umi)
Korban Tewas Bertambah Menjadi 34 Orang
Pemalang - Korban tabrakan maut KA Senja Utama dengan KA Argo Anggrek bertambah. Tercatat hingga pukul 09.30 WIB, Sabtu (2/10) data korban tewas di RS Hasyim Ashari atau RSUD Pemalang menjadi 34 orang.
"Data di RS Hasyim Ashari 34 orang, 25 orang sudah teridentifikasi dan 9 orang belum dikenali," kata petugas RS Hasyim Ashari, Sari, saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Korban tewas di RS Hasyim Ashari yang berhasil dikenali yakni:
Seri Pahaling
Eko Setiawan
Tohirin
Julianto
Budi Setiawan
Fikri Andika
Yeni
Andreas
Bahtiar Okta
Hertiono
Hono Adi Warsito
Ferdi Adinan Sihombing
Budi Suyanto
Maryono
Ismail Anwar
Widaya Sandi semar
Fery Pramono
Eko Suwondo
Bayu Sakti.
"Untuk yang luka-luka ada 13 orang dan masih menjalani perawatan," terang Sari.
Sedangkan 12 jenazah di RS Santa Maria sudah dibawa ke RS Hasyim Ashari atau RSUD Pemalang. Belum diperoleh penjelasan apakah 34 korban tewas ini sudah termasuk jasad yang di RS Santa Maria. (ndr/djo)
"Data di RS Hasyim Ashari 34 orang, 25 orang sudah teridentifikasi dan 9 orang belum dikenali," kata petugas RS Hasyim Ashari, Sari, saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Korban tewas di RS Hasyim Ashari yang berhasil dikenali yakni:
Seri Pahaling
Eko Setiawan
Tohirin
Julianto
Budi Setiawan
Fikri Andika
Yeni
Andreas
Bahtiar Okta
Hertiono
Hono Adi Warsito
Ferdi Adinan Sihombing
Budi Suyanto
Maryono
Ismail Anwar
Widaya Sandi semar
Fery Pramono
Eko Suwondo
Bayu Sakti.
"Untuk yang luka-luka ada 13 orang dan masih menjalani perawatan," terang Sari.
Sedangkan 12 jenazah di RS Santa Maria sudah dibawa ke RS Hasyim Ashari atau RSUD Pemalang. Belum diperoleh penjelasan apakah 34 korban tewas ini sudah termasuk jasad yang di RS Santa Maria. (ndr/djo)
Tabrakan KA di Pemalang
Pemalang - Kecelakaan maut KA Argo Bromo jurusan Jakarta-Surabaya dengan KA Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang, menyisakan trauma tersendiri bagi Tri Hadi (34). Pria asal Surabaya, Jawa Timur ini mengaku kapok naik KA.
"Saya trauma banget. Nggak mau lagi naik kereta," ujar Tri Hadi, saat ditemui di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/10/2010).
Tri Hadi mengaku hampir setiap akhir pekan dia menumpang KA untuk menengok istri dan anaknya di Surabaya. Dia tidak memiliki firasat apa pun akan mengalami kecelakaan maut tersebut.
Saat kejadian, sekitar pukul 03.00 WIB, dirinya tengah tidur lelap. Tiba-tiba saja, gerbong KA yang ditumpanginya berguncang keras.
"Saya kaget, dan refleks segera mencari jalan keluar. Saya mau keluar lewat pintu tapi sulit. Akhirnya saya melompat lewat jendela. Semua barang saya tinggalkan begitu saja," ujar Tri Hadi.
Tak lama berselang, dia baru tahu KA yang ditumpanginya menabrak KA lain. Dia melihat korban berjatuhan. Beberapa di antaranya tewas dengan kondisi mengenaskan. Darah berceceran di mana-mana.
"Korban berserakan di mana-mana. Saya trauma. Saya tidak mau lagi naik KA," tutur Tri Hadi.
.
"Banyak yang terjepit dan dievakuasi ke rumah warga," kata seorang penumpang, Anwar Riksono, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Kecelakaan kereta itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. "Kereta yang saya tumpangi, KA Senja Utama, ditabrak kereta Argo Anggrek di Stasiun Petarukan," imbuh Anwar.
Benturan keras terjadi dalam kecelakaan itu. Anwar yang duduk di gerbong ke 3 segera bergegas keluar dari gerbong. Saat itu dia melihat gerbong nomor 7, 8 dan 9 hancur ditabrak KA Argo Anggrek.
"Banyak korban, sekarang sudah dievakuasi ke stasiun dan ke rumah-rumah penduduk," tutupnya.
Langganan:
Postingan (Atom)



