


Total, sekitar 2,5 bulan waktu untuk mempersiapkan lokomotif ini menjadi monumen di kantor pusat,termasuk pengangkutan dari Dipo Induk Lokomotif Tanah Abang (THB) ke Bandung (BD). Menurut Jonan pada saat peresmian, selain menambah indahnya kantor pusat , pemonumenan TD1002 juga dalam rangka melestarikan peninggalan bersejarah.
Lokomotif buatan Wekspoor tahun 1926 iniadalah lokomotif dengan lebar sepur sempit berukuran lebar 600mm. Karena itulah ketika masa aktif, ia hanya ber-operasi di rel selebar 600mm,antara Rengasdengklok-Karawang-Wadas-Cikampek-Cilamaya (Jawa Barat). Dioperasikan oleh Staats Spoorwegen (SS) untuk mengangkut hasil bumi,perdagangan, dan penumpang. Masyarakat Karawang mengenalnya dengan sebutan nama Kereta si Cemet.
Sayang kini rel selebar 600mm tidak lagi dapat kita temui di lintasan ini. Seiring dengan hilangnya jalur lintasannya Si Cemet alias Bang Tedi pun Pensiun dan terkapar / mangkrak di Dipo Induk Lokomotif Karawang, sebelum direlokasikan di Dipo Induk Lokomotif Tanah Abang (THB) dan di kantor Pusat, di Tanah Abang (THB) kabarnya Bang Tedi masih berjasa karena di fungsikan sebagai pompa air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar