Senin, 01 November 2010

Bang Tedi Asal Karawang (Lokomotif series TD1002)

    "BANG TEDI",demikian nama populer lokomotif berjenis TD1002. Kata "BA" diambil dari lokasi akhirnya setelah pensiun kata "NG" diambil dari nama lintasan lokomotif ini ketika masih aktif berdinas pada zaman DKARI (Djawatan Kereta Api Republik Indonesia),sedangkan Tedi merupakan pengucapan dari kode seri Huruf Lokomotif ini yaitu "TD".



     Bang Tedi diresmikan menjadi monumen lokomotif uap di halamn Kantor Pusat PT.KA di Bandung-Jawa Barat bertepatan dengan hari ulang tahun Kereta Api pada tanggal 28 September 2009 lalu. Yang meresmikan adalah Komisaris Utama PT.KAI "Budhi Mulyawan" serta Dirut PT.KAI "Ignasius Jonan".

Total, sekitar 2,5 bulan waktu untuk mempersiapkan lokomotif ini menjadi monumen di kantor pusat,termasuk pengangkutan dari Dipo Induk Lokomotif Tanah Abang (THB) ke Bandung (BD). Menurut Jonan pada saat peresmian, selain menambah indahnya kantor pusat , pemonumenan TD1002 juga dalam rangka melestarikan peninggalan bersejarah.

     Lokomotif buatan Wekspoor tahun 1926 iniadalah lokomotif dengan lebar sepur sempit berukuran lebar 600mm. Karena itulah ketika masa aktif, ia hanya ber-operasi di rel selebar 600mm,antara Rengasdengklok-Karawang-Wadas-Cikampek-Cilamaya (Jawa Barat). Dioperasikan oleh Staats Spoorwegen (SS) untuk mengangkut hasil bumi,perdagangan, dan penumpang. Masyarakat Karawang mengenalnya dengan sebutan nama Kereta si Cemet.

    Sayang kini rel selebar 600mm tidak lagi dapat kita temui di lintasan ini. Seiring dengan hilangnya jalur lintasannya Si Cemet alias Bang Tedi pun Pensiun dan terkapar / mangkrak di Dipo Induk Lokomotif Karawang, sebelum direlokasikan di Dipo Induk Lokomotif  Tanah Abang (THB) dan di kantor Pusat, di Tanah Abang (THB) kabarnya Bang Tedi masih berjasa karena di fungsikan sebagai pompa air.

Heritage Stasiun Bandung (BD) (DAOP II BD)

    Stasiun Bandung (BD) Kawung atau Stasiun Hall,begitu nama yang dikenal masyarakat dari stasiun terbesar  di kota berhawa sejuk ini . Sedangkan nama aslinya adalah "BANDUNG". Stasiun yang memiliki dua pintu,utara dan selatan,seolah tak pernah sepi lalu-lalang penumpang khususnya emplasemen stasiun bagian selatan. Sering penumpang duduk meriung di lantai putih peron yang terlihat kinclong.

     Selain Bersih dan nyaman Stasiun yang berdiri sejak tanggal 17 Mei 1884 ini juga calon penumpangnya dimanjakan oleh beberapa fasilitas . Mulai dari resto,factory outlet,Railcafe, TV stasiun, hingga pijat terapi menggunakan kursi pijat berkesan mewah. Pelayanan lain berupa parkir juga cukup aman.

Stasiun Bandung (BD) memiliki 6jalur keberangkatan kereta api dan 4jalur langsiran, sehingga seluruhnya berjumlah 10jalur lintasan. Awalnya arus keluar-masuk ke stasiun Bandung (BD) melalui bangunan lama atau arah utara karena didepan stasiun Bandung merupakan Terminal Bus untuk tujuan Kota-kota di sekitar Bandung atau disebut stasion Hall. Sekarang terminal tersebut telah berubah fungsi menjadi terminal Angkutan Kota (AngKot).

Kulon RailWay's Comunity

   Kulon RailWay's adalah suatu peleburan kumpulan dari RailFans-Edan Sepur Indonesia Comunity yang perkumpulannya terdapat di Jalur Barat DAOP 1 (Daerah Operasional) yang meliputi stasiun-stasiun dari Tn.Abang (THB),Palmerah (PLM),Kebayoran Lama (KBY),Pd.Ranji (PDR),Sudimara (SDM), Serpong (SRP),Cisauk (CSK),Parung Panjang (PRP),-sampai stasiun yang terdapat di ujung pulau Jawa yaitu Merak (MER) Banten.


Nama Kulon RailWay's sendiri diambil dari dua kata Bahasa yang berbeda yaitu Kulon dalam bahasa jawa artinya Barat dan RailWay's dari Bahasa Inggris yang artinya Jalur Rel,dan disatukan  dalam satu bahasa untuk sebuah nama Komunitas yaitu "RailFans Kulon RailWay's comunity" yang artinya "Komunitas Para Pecinta Kereta Api di Jalur Barat ",karena dijalur barat ini sangat banyak sekali RailFans maka pada tanggal,29 Agustus 2010 dibentuklah Komunitas yang bernama "RailFans Kulon RailWay's" yang didirikan oleh Rama "Radiansah Ramadhan Baidilah"seorang pemuda RailFans asal Parung Panjang (PRP)

Senin, 25 Oktober 2010

History Stasiun Pasar Senen (PSE)

                Stasiun ini merupakan salah satu dari stasiun terbesar di Jakarta,terletak didaerah Jakarta Pusat. Stasiun ini berdiri sejak tahun 1894 yang merupakan tempat pemberhentian sementara kereta lintas Batavia(BataviaHoofstations/BataviaNoord) – Bekasi(Bekassie) oleh perusahaan KA Belanda(Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij) yang selesai dibangun sejak 1887.
                Sejak 1917 dengan dijualnya lintas Batavia(BataviaHoofstations/BataviaNoord) – Bogor(Vorstenlanden) yang dikarenakan jauh dari lintas utama NISM (Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij),bersamaan dengan hal itu ikut pula lintas ini dijual oleh BOS (Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij) dan dibeli oleh perusahaan negara Hindia-Belanda SS(Staatsspoorwegen). Dikarenakan padatnya arus penumpang maupun barang,maka stasiun ini dibangun lebih megah dan mulai diresmikan sejak 19 Maret 1925 
SS(Staatsspoorwegen)


Ya itulah salah satu dari beberapa perusahaan kereta api milik Belanda. Perusahaan ini termasuk perusahaan Negara milik Belanda yang berdiri sejak 10 April 1869 dengan menangani jalur lintas timur. Data pembangunan jalur perusahaan SS:
       Hingga April,1872:pembangunan lintas Bogor/ Vorstenlanden - Cicurug
       Hingga April,1878:Pembangunan lintas Surabaya/Soerabaia – Pasuruan – Malang
       Hingga Juli,1879                Pembangunan lintas Malang – Bangil
       Tahun 1884 – 1894:Pembangunan lintas Solo Timur – Surabaya
       Hingga April,1894:Pembangunan lintas barat Cicurug – Cilacap
Sehingga pada tahun 1894 lintas Jakarta hingga Surabaya telah terbangun seluruhnya dengan beberapa jalur KA milik swasta Belanda,diantaranya: Jakarta – Bogor (milik NISM (Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij) yang dijual kepada SS pada tahun 1917 dikarenakan jalur yang terisolasi dari jalur NISM di tengah,dan Yogya – Solo Barat (milik NISM ( Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij).
Sejak 1 Februari 1905, Belanda memperbolehkan untuk mengangkut maka dari itulah terlahirlah: sekitar tahun 1905-an KA Eendagsche Express(lintas Jakarta – Surabaya siang hari),  tahun 1930-an KA Vlugge Vier ( lintas Jakarta – Bandung), sejak 1 November 1934 KA Java Nacht Express (lintas Jakarta – Surabaya malam hari),serta beberapa KA-KA lainnya.

Batavia Weltevreden de Meester Cornelis (History Stasiun Jatinegara) (JNG)



Ya itulah stasiun Jatinegara (JNG) satu stasiun dua nama di masa penjajahan Belanda lalu. Stasiun ini terletak di kota Jakarta yang merupakan salah satu stasiun tersibuk di Jakarta karena penghubung antara stasiun-stasiun besar lainnya di Jakarta,diantaranya Stasiun Jakarta Kota,Stasiun Pasar Senen,Stasiun Manggarai,Stasiun Gambir,stasiun Tanjung Priok,serta stasiun Tanah Abang.
Menurut perkiraan stasiun ini berdiri sekitar tahun 1880an. Pada masa penjajahan Belanda stasiun ini berada dibawah penguasaan perusahaan KA swasta Belanda BOS(Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij),setelah tahun 1913 dijual kepada perusahaan Kereta-Api negeri milik Belanda SS(Staatsspoorwegen) dimasanya beberapa kereta-kereta milik meneer dan melrouve Belanda selalu singgah di stasiun ini untuk menaik/menurunkan penumpang,diantaranya: The Java Nacht Express(soerabaia – Weltevreden/malam hari),The Eendagsche Express(soerabaia – Weltevreden/siang hari),The Vlugge Vier Expresstreinen (Parijs van Java/Bandoeng – Tandjong Priok). Disamping stasiun ini bersebelahan dengan depo lokomotif untuk pusat daop1 Jakarta,lain halnya degan stasiun lainnya,stasiun ini kereta berkelas Eksekutif hanya berhenti jika perjalanan kereta api tersebut dari arah timur,sebaliknya dari arah pemberangkatan awal stasiun-stasiun besar Jakarta hanya tiga kereta saja yang berhenti,diantaranya:
          KA Argo Parahyangan tujuan Bandung
          KA Argo Jati tujuan Cirebon,serta
        KA Bangunkarta Eksekutif tujuan  Jombang 
Did you Know?
BOS(Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij)

Satu dari beberapa perusahaan kereta-api swasta yang ada di Batavia kala Hindia-Belanda. Perusahaan ini bertugas membangun lintas Jakarta Kota (Batavia Zuid) – Karawang (Caravam) via Pasar Senen,akan tetapi dikarenakan minimnya dana dan hampir mengalami kebangkrutan dengan bersamaan perusahaan NISM menjual lintas Batavia Noord - Bogor(Vorstenlanden) maka diserahkan pula lintas Jakarta Kota (Batavia Zuid) – Karawang (Caravam) pada tahun 1917 oleh BOS ke perusahaan negara Hindia-Belanda SS(Staatsspoorwegen)

Jumat, 15 Oktober 2010

Sweeter RailFans Kulon RailFans

dalam waktu dekat ini para RailFans Parung Panjang (PRP) akan meluncurkan Sweeter perdananya yng bergambar loko icon Jalur barat yaitu BB304 & CC201 dan bahannya berwarna hitam untuk melihat sampel Sweeternya di samping ini adalah salah satu sampel sweeter yng saat ini sedang di buat bergambarkan loko BB304 22